7 Cara Memanfaatkan Twitter untuk Pendidikan

Twitter bukan saja sumber berita tercepat, tapi Anda juga bisa belajar banyak dengan menggunakan Twitter. Bagaimana caranya?

Panduan Search Engine untuk Anak

Kebanyakan aktivitas menjelajahi internet dimulai dari search engine. Bekali anak Anda dengan tips berikut supaya internet tetap aman dan bermanfaat.

Guru Virtual untuk Belajar Bahasa Asing

Ingin pintar berbahasa asing? Coba saja aplikasi berikut ini

Saluran Pendidikan di YouTube

Siapa sangka Anda bisa menjadi lebih pintar dengan banyak menonton di YouTube? Pilih videonya disini.

Potensi Global Konten E-learning asal Indonesia

Konten e-learning buatan Indonesia sangat diminati pasar luar negeri. Ada peluang bisnis yang besar disini.

Friday, April 18, 2014

38% Batita di Amerika Serikat Menggunakan Ponsel dan Tablet

EDUQO.com: Berdasarkan data yang EDUQO temukan per November 2013 dari laporan eMarketer bahwa pada 2013 diperkirakan terdapat 41,3 juta pemilik telepon selular (ponsel) dan 6 juta pemilik komputer tablet di Indonesia.

Angka ini akan terus membengkak pada tahun 2017 dengan prediksi akan mencapai 103,7 juta pengguna ponsel dan 16,2 juta pengguna tablet.

Sayangnya dengan data potensial tersebut, riset selanjutnya mengenai “5 Kebutuhan Dasar Pengguna Perangkat Mobile di Indonesia” menempatkan prosentase penggunaan ponsel dan tablet tadi, baru menginjak angka 31% untuk keperluan mendapatkan informasi dan 30% untuk menyelesaikan tugas.

Data tadi juga belum mengungkap berapakah prosentase pengguna ponsel dan tablet di kalangan anak-anak khususnya Bayi dibawah tiga tahun (Batita).



Sebuah riset terkini menguak fakta mengejutkan betapa sejumlah 38% Batita di Amerika Serikat sudah menggunakan ponsel dan tablet. Angka tersebut naik 10% dibandingkan tiga tahun silam.

Lalu, bagaimanakah dampak psikologis penggunaan ponsel dan tablet di kalangan Batita menurut Psikolog Anak?

Berikut EDUQO tampilkan video dari “Voice of America” yang dirilis Sabtu (12/04/2014):



Setelah menonton video tadi, semoga Anda semakin bijak meminjamkan ponsel dan atau tablet untuk sang buah hati.


Sumber: Mix magazine, VOA
Gambar: Flickr 

Thursday, April 17, 2014

7 Mesin Pencari Akademik selain Google

EDUQO.com: Jika dahulu Anda sempat akrab dengan istilah “Da’i Sejuta Umat”, kemudian ada juga istilah “Handphone Sejuta Umat”, tepat kiranya jika Google diberi gelar “Mesin Pencari Sejuta Umat” karena popularitas dan kuantitas jumlah penggunanya di seluruh dunia.

Maka dari itu, sekiranya Anda merasa bahwa Google sebagai mesin pencari (search engine) begitu terkesan “Sejuta Umat”, nampaknya sesekali tujuh mesin pencari akademik selain Google di bawah ini bisa dicoba.

Dari hasil penelusuran EDUQO betapa selain Google, sesungguhnya terdapat 100 mesin pencari akademik yang tersedia di dunia maya.

Mulai dari mesin pencari yang khusus untuk menemukan Book & Journals, Science, Math & Technology, Social Science, History, Business & Economy, serta kategori akademik lainnya.

Pembeda antara mesin pencari yang umum dengan mesin pencari yang dikhususkan untuk kategorisasi pada bidang pendidikan tadi, lebih kepada hasil temuan yang ditampilkan.

Sebutlah, jika menggunakan Google, artinya Anda akan menemukan informasi seperti apa yang Google inginkan untuk ditemukan (terkait dengan rumus algoritma yang telah diprogram sedemikian rupa).

Sementara mesin pencari yang dikhususkan untuk kebutuhan pendidikan tadi, akan menampilkan temuan informasi sesuai dengan apa yang benar-benar Anda butuhkan.

Berikut tujuh mesin pencari akademik pilihan EDUQO untuk Anda.

Search Engine #1
RefSeek
Pendekatan unik RefSeek menawarkan para siswa maupun mahasiswa,  aneka mata pelajaran yang meliputi banyak hal tanpa informasi diluar batas yang diperlukan, sebagaimana mesin pencari umum seperti link-link sponsor dan iklan.

Penasaran ingin mencoba?


 Silahkan Anda mengunjungi RefSeek disini.


Search Engine #2
Gooru Learning
Gooru Learning ini sebagiannya merupakan mesin pencari dan sebagian lainnya adalah Learning Management System (LMS).


Dengan tampilan yang rapih, Gooru Learning membantu para Guru untuk memulai kelas dengan metode Blended Learning (memadukan antara pembelajaran offline dengan online-redaksi).

Gooru Learning bisa Anda coba disini.


Search Engine #3
Virtual LRC
Virtual Learning Resources Center (LRC) disebut-sebut sebagai mesin pencari akademik yang “beradab”.

Virtual LRC ini menyusun daftar isi ratusan situs informasi akademik terbaik, yang dipilih oleh para Guru dan Pustakawan profesional seluruh dunia; demi menyediakan informasi yang benar dan terkini untuk para Siswa dan Guru, juga untuk keperluan proyek akademik universitas dan sekolah.


Mari jelajahi mesin pencari “beradab” tersebut disini.


Search Engine #4
BASE
Memiliki nama panjang Bielfeld Academic Search Engine (BASE), mesin pencari ini merupakan salah satu yang sangat besar di dunia terutama untuk sumber-sumber web akademik dengan akses terbuka.

BASE mengumpulkan, membakukan, dan menyusun daftar isi data-data akademik dengan akses terbuka tersebut.


Dengan menyediakan lebih dari 50 juta dokumen dari lebih 2.400 sumber, dokumen-dokumen yang tersedia di BASE ini harus memenuhi persyaratan khusus tertentu dan relevansinya dari sebuah kualitas akademik.

Untuk berselancar di BASE, bisa Anda kunjungi situsnya pada link disini.


Search Engine #5
Jurn
Jika Anda ingin mencoba mesin pencari akademik yang dipilih sedemikian rupa dengan susunan daftar isi sebanyak 4.848 e-journal gratis pada bidang Seni dan Kemanusiaan, cobalah Jurn.

Bukan hanya itu, jutaan artikel dan tesis gratis juga tersedia pada mesin pencari ini.


Anda bisa mengaksesnya dengan klik disini.


Search Engine #6
Microsoft Academic Search
Microsoft Academic Search meliputi lebih dari 48 juta publikasi, dengan bersumber dari lebih 20 juta penulis lintas aneka bidang akademik, yang diperbaharui tiap minggu.


Koleksi data yang besar ini juga membolehkan pengguna untuk menciptakan berbagai cara inovatif agar bisa divisualisasikan serta digali lebih mendalam dari makalah-makalah, jurnal-jurnal, dan lainnya yang tersedia disana.

Untuk merasakan jutaan publikasi dengan puluhan juta Penulis tersebut, silahkan kunjungi situsnya disini.




Search Engine #7
Google Scholar
Baiklah, mesin pencari ini memang masih dari produk Google juga. Tetapi, mesin pencari ini lebih spesifik menampilkan informasi terkait khusus hanya seputar akademik.

Ingin tahu apa bedanya mesin pencari Google yang biasa Anda gunakan dengan yang khusus untuk akademik ini?


Anda bisa membandingkan keduanya disini.

Selamat mengeksplorasi aneka mesin pencari akademik yang tersedia di dunia maya!

Silahkan bagikan pengalaman Anda nanti kepada EDUQO, pada kolom di bawah ini.

Sumber: TeachThought
Gambar: Flickr

Wednesday, April 16, 2014

#EdTechPreneurship Press4Kids Mendapatkan Modal Awal Sebesar USD 1 Juta

EDUQO.com: Press4Kids menerima USD 1 juta (jika dikonversikan ke dalam rupiah dengan nilai tukar mata uang Rp 11.000,-/USD, maka sekitar Rp 11.000.000.000,-) berupa seed funding* (permodalan awal) dari pengusaha dan investor pribadi. Pendanaan itu dibagi ke dalam dua putaran.

Press4Kids sendiri merupakan penerbit dari News-O-Matic, sebuah aplikasi berita harian untuk anak yang bertujuan membantu perkembangan masyarakat global dengan menyediakan berita lokal, nasional, hingga internasional khusus bagi para pelajar

News-O-Matic didirikan tahun 2012 dengan tujuan menyediakan berita dunia untuk anak-anak berusia antara 7 hingga 11 tahun serta mengilhami mereka untuk membaca secara harian, dengan menggunakan pengalaman belajar interaktif yang menarik termasuk unsur gamifikasi.


Tim Editorialnya sendiri menerbitkan lima artikel per hari yang diperkaya dengan gambar, peta, video, dan tentu saja permainan.

Bahkan untuk menyisipkan perspektif berita yang lebih menarik, News-O-Matic menggunakan GPS di dalam smart phone, untuk menunjukkan jarak antara pembaca dan lokasi dimana berita itu terjadi.

Bukan hanya itu, setiap jenis berita dari aplikasi yang tersedia di App Store ini juga ditinjau lagi oleh Psikolog Anak demi menjamin keamanan emosionalnya.

Tampilan aplikasi News-O-Matic di iPad


Menurut press release yang dikeluarkan bahwa News-O-Matic dibaca oleh ratusan guru dan ribuan anak di sekolah dan di rumah.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas penyaluran News-O-Matic ke sekolah-sekolah Dasar dan Menengah di seluruh Amerika Serikat.

Anda juga bisa menyaksikan video company profile News-O-Matic sebagai berikut:


Saatnya para pelajar dan buah hati Anda mendapatkan bacaan yang tepat untuk perkembangan psikologisnya!


*Seed Funding merupakan permodalan awal untuk membantu sebuah StartUp, hingga StartUp tersebut mampu menghasilkan produk atau hingga StartUp tersebut siap untuk diinvestasi lagi di tahap selanjutnya.

Biasanya, sejumlah kecil saham StartUp ditukarkan untuk mendapatkan dana seed funding ini. Seed funding bisa berasal dari Founder-nya sendiri ataupun dari pihak lain.

Jika dana berasal dari pihak luar, biasanya ditukar dengan 5% hingga 10% saham StartUp tersebut.

Beberapa tahun terakhir, mekanisme crowdfunding jadi alternatif untuk mendapatkan dana seed funding. (Sumber: “It’s My StartUp”, Lahandi Baskoro, 2013)

Sumber: Edukwest

Tuesday, April 15, 2014

Ikutilah Lomba Infografik Edukatif 2014

EDUQO.com: Apakah anda memiliki keahlian dalam mendesain infografik seperti yang sering EDUQO tampilkan?

Ikutilah lomba Creative Infographic Challenge (CIC) 2014 yang diadakan komunitas Creative.id yang berbasis di Bandung.

Komunitas Creative.id (nama belum resmi) sendiri merupakan lembaga kreatif yang ingin merangsang kreativitas kawula muda Indonesia, demi Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Adapun kriteria dan aspek penilaian CIC adalah sebagai berikut:
  • Desain menarik dan eye catching.
  • Informasi yang disampaikan runtun, jelas, mudah dimengerti, dan punya rujukan yang kredibel.
  • Kesesuaian antara desain dan informasi yang disampaikan.
  • Kreativitas.
  • Originalitas gagasan.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut informasi detailnya:


Selamat berkreasi!

Monday, April 14, 2014

#EdTechPreneurship CLEVIO: Membentuk EdTech-Preneur sejak Dini

EDUQO.com: Di tengah hiruk pikuk penghapusan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) oleh Pemerintah Indonesia dari struktur Kurikulum 2013, satu inisiatif menakjubkan muncul dari Aranggi Soemardjan (Founder dan CEO) dan Fransiska Oetami (Co-Founder dan Camp Manager) yang membidani: Clevio.

Jauh sebelum Pemerintah Indonesia mengeluarkan PP 32 tahun 2013 sebagai revisi dan pengganti PP 19 tahun 2005 dimana TIK bukan lagi sebagai Mata Pelajaran, justru sejak Mei 2013 Clevio sudah didirikan.

Clevio sendiri merupakan tempat belajar programming yang ditujukan kepada anak-anak (setingkat kelas 4 SD hingga 3 SMP) dengan metode belajar pengerjaan proyek yang berbasis di Bukit Golf Cibubur, Gunung Putri, Bogor.


Clevio yang berprinsip “Smart-Leverage-Human Centric-Creater Good” ini telah menghasilkan para Coder cilik yang spesialis menciptakan Edu-Game dengan memanfaatkan program Scratch dan Android AppInventor, berbasis logika puzzle visual, yang diciptakan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Sungguh mencengangkan, bahkan selain sudah terpilih sebagai Finalis pada ajang INAICTA 2013, karya para Coder cilik ini juga telah masuk ke Google Play berupa game, salah satunya bernama “Cat Piano” (piano dengan nada suara kucing).

Salah satu produk Coder cilik


Selain menggunakan metode pembelajaran Self-Organizing Learning Environment (SOLE) yang dirumuskan DR. Sugata Mitra (Professor of Educational-Psychology) dari MIT, metode Team Work yang diimplementasikan juga sungguh mengagumkan untuk ukuran anak-anak.

Di Clevio untuk membuat game diperlukan sebuah Tim yang beranggotakan tiga orang anak-anak dengan peran, sebagai berikut:

1. Project Designer yang bertugas sebagai pengarang cerita, karakter, tantangan, dan ilustrasi.
2. Project Developer yang bertugas menuliskan program sebagaimana dirancang Project Designer.
3. Project Manager yang bertugas memimpin Tim agar kinerja bisa tepat waktu, tepat hasil, dan tepat kualitas.

Menurut Clevio bahwa programming sebagai keterampilan baca tulis bahasa pemrograman (kode) komputer untuk anak tersebut, potensial mengasah belajar logika dan algoritma mereka serta mengasah kemampuan berpikir yang lebih sistematis.

Kini, anak-anak Indonesia tentu saja bisa berkompetisi sekelas anak-anak di Singapura yang tahun ini resmi diperkenalkan mata pelajaran programming pada kurikulum sekolah negerinya.

Anda bisa membaca peran Pemerintah Singapura dalam perkembangan EdTech tersebut disini.

Bukan hanya bakat memasak yang bisa disalurkan sebagaimana program televisi “Junior Master Chef Indonesia”, bakat menyanyi sebagaimana “Idola Cilik”, bakat Entertainer sebagaimana “Little Princess Indonesia”; buah hati Anda yang memiliki bakat dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya spesialis pembuatan game untuk pendidikan pun, bisa menjadikan Clevio sebagai salah satu media untuk penyaluran bakat.

Silahkan kunjungi situs Clevio disini, untuk mengetahui program terdekat di kota Anda, lengkap dengan paket pembelajarannya.

Anda juga bisa menyaksikan video mengenai kegiatan Clevio di bawah ini:


Semoga dengan kehadiran Clevio, mampu mencetak para (mengutip istilah EDUQO) para EdTech-Preneur muda Indonesia selanjutnya.

Selamat datang Clevio di industri EdTech Indonesia!

Sumber: Clevio
Gambar: Clevio