7 Cara Memanfaatkan Twitter untuk Pendidikan

Twitter bukan saja sumber berita tercepat, tapi Anda juga bisa belajar banyak dengan menggunakan Twitter. Bagaimana caranya?

Panduan Search Engine untuk Anak

Kebanyakan aktivitas menjelajahi internet dimulai dari search engine. Bekali anak Anda dengan tips berikut supaya internet tetap aman dan bermanfaat.

Guru Virtual untuk Belajar Bahasa Asing

Ingin pintar berbahasa asing? Coba saja aplikasi berikut ini

Saluran Pendidikan di YouTube

Siapa sangka Anda bisa menjadi lebih pintar dengan banyak menonton di YouTube? Pilih videonya disini.

Potensi Global Konten E-learning asal Indonesia

Konten e-learning buatan Indonesia sangat diminati pasar luar negeri. Ada peluang bisnis yang besar disini.

Sunday, April 27, 2014

PRESS RELEASE: Membuat dan Mengikuti Kelas Belajar secara Online bersama Kelaskita

EDUQO.com: Berikut ini merupakan press release yang dikirim Kelaskita (Beta) sebagai StartUp EdTech di bidang eLearning Platform untuk membuat dan mengikuti kelas belajar online.

Bagi Anda yang memiliki StartUp EdTech atau kegiatan EdTech bisa mengirim press release ke alamat e-mail redaksi kami: info@eduqo.com
*******

Setelah cukup lama dikembangkan, kami akhirnya cukup percaya diri untuk merilis versi beta dari Kelaskita.

Kelaskita adalah e-learning platform untuk memudahkan Anda membuat dan mengikuti kelas belajar online bersama peserta didik, teman, komunitas, dan dunia.

Dalam mengembangkan Kelaskita kami mencoba untuk membuat pengalaman belajar online yang berbeda. Kami merancang sebuah sistem dimana Anda bisa mencoba sendiri apa yang sedang anda pelajari. Ini berguna untuk belajar Pemrograman, Matematika, dan pelajaran lainnya.

Kami juga mengucapakan banyak terimakasih kepada pengguna Kelaskita sejak situs ini masih dalam tahap eksperimen dulu.

Berikut beberapa fitur baru yang ada:

Alur belajar
Pengajar bisa merencanakan materi pelajaran untuk kelas Anda sehingga memudahkan peserta untuk mengikutinya. Peserta belajar akan mempelajari pelajaran demi pelajaran sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Alur belajar bisa diisi dengan berbagai macam konten untuk materi pelajarannya baik text yang bisa disisipi perintah dan pertanyaan, video, link, gambar, dokumen (pdf, odt, docx, pptx dll), jadwal, pertanyaan dan, test.

Progress Belajar
Pengajar bisa melihat progress peserta belajar, pelajaran mana saja yang belum dipelajari, test mana saja yang belum dijawab, dan juga bisa melihat aktivitas selama mengikuti kelas belajar.

Pengajar juga bisa berbagi ID peserta belajar dengan orang tua/wali atau orang yang dikehendaki untuk melihat progress belajar peserta tersebut.

Perintah dan Pertanyaan
Pengajar bisa menyisipkan perintah yang harus dilakukan dan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta pada materi pelajaran yang dibuat.

Salin Kelas
Pengajar bisa membuat kelas baru dengan menyalin kelas dari kelas sebelumnya atau dari kelas yang sudah kami siapkan.

Kelaskita fokus pada pengembangan sistem pembelajaran yang interaktif, lebih sosial, dan mudah digunakan.

Selain perbaikan sistem dan cara belajar mengajar yang berbeda, kami juga melakukan perubahan desain untuk kelas belajar Anda, yang tentunya diharapkan dapat mempermudah proses belajar mengajar pengguna.

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
Ali Kusnadi (Founder & CEO)
support@kelaskita.com
0857 975 222 61

Wednesday, April 23, 2014

Kiat Membuat Stop Motion untuk Proses KBM (Bagian 3 dari 3 – Selesai )

EDUQO.com: Setelah seluruh siswa menyelesaikan tugas Stop Motion-nya, saatnya Anda memberikan penilaian yang bermakna.



Penilaian #1
Penilaian Publik
Sebelum menyampaikan penilaian Anda, minta siswa menyebarkan tautan Stop Motion di media sosial untuk memberikan kesempatan kepada publik untuk menilai. Tantang siswa mengumpulkan like dan komentar dari orang-orang yang menonton Stop Motion mereka.

Penilaian #2
Penilaian Kelas
Ajak siswa Anda bersama-sama menonton setiap Stop Motion yang sudah dibuat dan minta siswa menguraikan kelebihan serta saran untuk mengembangkan kekurangan yang ada dari setiap video. Setelah itu, Anda pun dapat menyampaikan penilaian berdasarkan kriteria yang sudah dibuat di depan kelas.

Penilaian #3
Berikan Penghargaan
Setelah siswa memahami kelebihan dan saran untuk mengembangkan Stop Motion mereka, berikan penghargaan kepada Stop Motion yang sudah dirancang siswa dengan mengadakan “Stop Motion Awards” dengan kategori sebagai berikut:

Kategori Topik Terbaik
Stop Motion yang mendapat penghargaan ini adalah adalah Stop Motion yang berhasil mendapatkan skor tertinggi berdasarkan kriteria konten, format, dan efektivitas dalam hal mengedit.

Berikut contoh dari murid saya:



Kategori Gambar Terbaik 
Stop Motion yang mendapat penghargaan ini adalah Stop Motion yang memiliki gambar terbaik dengan kriteria keunikan ide, kerapian, kejelasan, dan relevansi gambar tersebut dengan topik Stop Motion.

Ini contoh dari murid saya:

video


Kategori Sound Track Terbaik
Stop Motion yang mendapat penghargaan ini adalah Stop Motion yang memiliki soundtrack yang tepat, sesuai dengan irama proses dan gambar yang ditampillkan hingga menampilkan soundtrack terbaik.

Ingin tahu karya murid saya?

Silahkan tonton videonya berikut ini:


Kategori Favorit Media Sosial
Stop Motion yang mendapat penghargaan ini adalah Stop Motion yang mendapatkan like dan komentar positif terbanyak di media sosial seperti YouTube.

Ini pilihan video favorit yang dimaksud:


Anda pun dapat menambahkan kategori penghargaan untuk memberikan apresiasi pada bakat dan talenta spesifik dari siswa yang dituangkan dalam Stop Motion.
###

Demikian proses kreativitas dalam penilaian Stop Motion sehingga dapat menjadi moment pembelajaran yang tidak akan terlupakan bagi siswa.

Mari hidupkan kelas pembelajaran Anda di kelas agar lebih berwarna dengan kreativitas Stop Motion!

Bagikan ya, pengalaman Anda bersama kami, setelah memanfaatkan Stop Motion saat proses KBM!

SEKIAN

*Ditulis oleh Steven Sutantro (Guru Kewirausahaan SMA Dian Harapan Daan Mogot, Jakarta) sebagai Juara I ASEAN Teacher Essay Writing Competition 2012 yang diselenggarakan oleh Olimpiade Ilmu Sosial-Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia.

Penulis juga berhasil menerbitkan jurnal ilmiah di jurnal Polygot, “Using Simulation to Improve Students’ Creative Thinking in Economics” berkolaborasi dengan Pamela Harvey, Ph.D dari Southland College.

Anda bisa menghubungi Penulis dengan follow di Twitter @StevenSutantro atau circle di Google Plus +StevenSutantro.

Kiat Membuat Stop Motion untuk Proses KBM (Bagian 2 dari 3)

EDUQO.com: Setelah memahami definisi, manfaat, dan langkah pengantar pembuatan Stop Motion di kelas, kini saatnya Anda mengajarkan siswa membuat Stop Motion.



Langkah #1
Jelaskan Kriteria Stop Motion
Uraikan kriteria Stop Motion yang ideal seperti kelengkapan materi, kesesuaian format (durasi & judul), dan efektivitas dalam mengedit. Terakhir, berikan contoh video Stop Motion yang sesuai dengan  ekspektasi Anda.

Langkah #2
Rancang Konsep
Dalam grup beranggotakan 3-4 orang, minta siswa merancang dan mendiskusikan konsep proses yang akan digambar dan difoto untuk pembuatan Stop Motion. Disinilah kesempatan siswa akan mendiskusikan materi bahan Stop Motion dengan mendalam.

Ilustrasi siswa sedang membuat konsep Stop Motion


Langkah #3
Atur Pembagian Tugas
Dalam kelompok, minta siswa membagi tugas; mulai dari menggambar, menyiapkan alat dan bahan, mengambil gambar, dan mengedit berbagai macam gambar tersebut menjadi film Stop Motion.


Langkah #4
Rencanakan Pembuatan Tugas
Ajak siswa mendiskusikan tempat, hari, dan waktu dimana siswa bisa bertemu dan membuat film bersama. Diskusikan juga alat dan bahan  yang mereka butuhkan dalam membuat Stop Motion.

Pada dasarnya, peralatan penting yang sangat dibutuhkan, yaitu: Kamera foto. Supaya kualitas resolusi gambarnya lebih bagus, sangat disarankan menggunakan Kamera DSLR.

Sementara bahan-bahan yang digunakan sebagai materi Stop Motion disesuaikan dengan kebutuhan, seperti: Alat Tulis Kantor (ATK), kertas warna, spidol, dan lainnya sesuai materi yang ingin disampaikan.

Langkah #5
Pantau Kemajuan Siswa
Berikan siswa target setiap minggunya. Misalnya, minggu pertama: draft gambar disiapkan; minggu kedua: gambar final; dan minggu ketiga: percobaan mengambil beberapa foto dari gambar tersebut. Setelah itu, minta siswa melanjutkan di rumah.

Langkah #6
Kumpulkan di Dunia Maya
Setelah siswa menyelesaikan video Stop Motionnya, minta siswa mengumpulkan video dengan mengunggahnya di YouTube agar waktu pengumpulan lebih fleksibel dan dapat ditonton dimana saja.

Pada bagian penyelesaian video tersebut, khususnya saat menggabungkan foto demi foto tadi, gunakanlah aplikasi untuk pembuatan Stop Motion, seperti: Windows Movie Maker atau Mac Movie Editing.

Setelah siswa mengumpulkan video Stop Motion-nya, Anda akan menilai dan mengevaluasi video tersebut dengan kriteria yang sudah Anda sampaikan pada langkah pertama.

Salah satu hal penting lainnya yang perlu diperhatikan pada saat pembuatan Stop Motion ini yaitu fokus pada proses agar jangan sampai terlihat patah-patah dan kaku.

Maka dari itu, saat pengambilan gambar, para siswa harus memiliki skenario proses yang berkelanjutan.

Namun, bagaimana proses penilaian Stop Motion ini dapat bermakna bagi siswa?

Silahkan Anda simak pada bagian selanjutnya….

Untuk melanjutkan ke bagian ke-3, silahkan Anda klik disini

Kiat Membuat Stop Motion untuk Proses KBM (Bagian 1 dari 3)

EDUQO.com: Tentu Anda masih teringat dengan tulisan Steven Sutantro (Guru Kewirausahaan SMA Dian Harapan, Jakarta) mengenai panduan membuat resolusi untuk pendidik pada edisi awal EDUQO tahun 2014 silam.

Sekedar menyegarkan kembali ingatan, Anda bisa membaca tulisanya disini.

Pada edisi kali ini, Guru yang juga berhasil menerbitkan tulisan ilmiah di jurnal Polygot, “Using Simulation to Improve Students’ Creative Thinking in Economics” berkolaborasi dengan Pamela Harvey, Ph.D dari Southland College itu, akan berbagi bagaimanakah cara membuat proses KBM lebih menarik dengan kreativitas yang disebut: “Stop Motion”.

Sebelum tulisan dibahas lebih lanjut, ada baiknya Anda melihat salah satu video karya muridnya mengenai Stop Motion, berikut ini:


Sudah mulai ada gambaran, apakah itu Stop Motion?

Stop Motion adalah sebuah teknik animasi untuk membuat manipulasi, seolah-olah objek yang diam menjadi bergerak.

Sebuah benda atau gambar tertentu, dibuat bergerak dengan cara menyatukan frame foto demi foto yang berbeda, dengan menciptakan ilusi dari gerakan, ketika kumpulan frame foto dimainkan dengan berkelanjutan.

Penggunaan kreasi Stop Motion pada proses KBM, bermanfaat untuk menggambarkan teori-teori yang berkaitan dengan proses terbentuknya sesuatu. Misalnya seperti pada video tadi, bagaimanakah terbentuknya tata surya.

Dengan menyatukan foto-foto yang berbeda dari suatu gambar atau objek tadi, Anda bisa mendapatkan gambaran proses terjadinya sesuatu dengan animasi menarik.

Bahkan, Anda bisa melibatkan siswa untuk membuat visualisasi proses berupa Stop Motion tersebut, sehingga materi pelajaran pun menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Ilustrasi siswa sedang membuat Stop Motion

Berikut ini merupakan pengantar dalam pembuatan Stop Motion di kelas Anda:

Pengantar #1
Jelaskan dengan Gambar
Ada pepatah mengatakan bahwa “Gambar mewakili ribuan kata”. Stop Motion merupakan kumpulan ribuan gambar, maka dari itu ada jutaan kata yang akan tergambarkan didalamnya.

Oleh karena itu, sebelum masuk kepada proses pengambilan ribuan gambar, mulailah Anda secara sederhana menggambar secara analog di papan tulis yang menjelaskan konsep dasar dari suatu materi pelajaran.


Kiat #2
Tunjukkan dengan Gambar
Setelah Anda menjelaskan (tell) dengan gambar, kini saatnya menunjukkan (show) kepada para siswa bagaimana gambar membantu kita untuk memahami proses dari materi yang dijelaskan.

Pada bagian ini, Anda sebaiknya memberikan kebebasan kepada para siswa untuk berimajinasi bagaimana ia menggambarkan materi tersebut dengan cara mereka sendiri.


Kiat #3
Kolaborasi dengan Gambar
Agar tercipta imajinasi yang unik dan berbeda dari setiap siswa, bentuklah sebuah kelompok yang beranggotakan 3-4 orang agar para siswa dapat berdiskusi mengenai imajinasi gambar mereka.

Setelah itu, mintalah para siswa menyatukan ide-ide gambar yang unik dan berbeda tersebut, dengan mendesain video kumpulan gambar tadi sehingga menjadi Stop Motion.


Pada bagian ini, Anda berkesempatan baik untuk memperkenalkan arti dan manfaat pembuatan Stop Motion kepada para siswa.

Lalu, apa sajakah peralatan yang dibutuhkan untuk membuat Stop Motion menarik tersebut?

Haruskah para siswa wajib memiliki keterampilan tertentu dalam membuatnya?

Silahkan Anda membaca pada tulisan selanjutnya….

Untuk melanjutkan ke bagian ke-2, silahkan Anda klik disini

8 Cara Membantu Anak dalam Mengerjakan PR

EDUQO.com: Apakah Anda kesulitan dalam mengarahkan anak untuk mengerjakan PR-nya?

Tim dari Ashley Tutor, sebuah perusahaan penyedia les privat berbasis di Washington D.C. sejak 2007, berbagi mengenai cara-cara membantu anak dalam mengerjakan PR.

Delapan trik yang akan dipaparkan pada sebuah infografik ini, khususnya membahas dalam hal meningkatkan fokus, memperbaiki perhatian terhadap tugas yang tengah dikerjakan, dan menanamkan kecintaan terhadap belajar di dalam diri sang buah hati.

Empat diantaranya adalah sebagia berikut:


Tips #1
SET A TIMELINE
Cara terbaik untuk membantu anak menyelesaikan PR yaitu dengan cara mengatur rentang waktu tertentu (timeline) dan berpegang teguh dengan itu.

Jadikanlah kegiatan mengerjakan PR sebagai rutinitas setelah pulang sekolah dengan batasan dan target yang jelas.



Tips #2
PROVIDE A SNACK
Sebelum sang buah hati mengerjakan PR, pastikan Anda sebagai orangtua menyediakan makanan ringan yang sehat.


Hal ini semata-mata dilakukan agar anak tidak gelisah selama mengerjakan PR hingga jam makan malam tiba.


Tips #3
MAKE TIME FOR BREAK
Setelah hampir seharian sekolah, nampaknya anak Anda perlu melakukan penyegaran dahulu dengan aktivitas ringan. Baru setelah itu saatnya mengerjakan PR.

Seandainya pun PR-nya dikerjakan berlarut-larut hingga malam, pastikan istirahat sejenak untuk makan malam, kemudian menyelesaikan sisanya.


Tips #4
SET UP THE OPTIMAL ENVIRONMENT
Ketahuilah gaya belajar sang buah hati, apakah dia type Visual (lebih menyerap informasi dari apa yang dilihatnya); type Auditorial (lebih menyerap informasi dari apa yang didengarnya); dan type Kinestetik (lebih menyerap informasi dari apa yang diperagakannya).


Setelah itu, ciptakanlah lingkungan belajar yang mendukung gaya sang buah hati tadi dalam menyerap informasi.

Lingkungan belajar yang dimaksud bisa di kamar pribadinya, ruang keluarga, atau bahkan di tempat lain dimana sang anak biasa mengerjakan PR.

Untuk mengetahui empat tips berikutnya, silahkan Anda pelajari infografik berikut ini:


Selamat menikmati kebersamaan dengan sang buah hati!

Sumber: Ashley Tutors