Setelah sekolah Yahudi Orthodox Beth Rivkah High School di New York, Amerika Serikat, melarang para siswanya untuk memiliki akun di jejaring sosial Facebook; kini giliran Menteri Anak Inggris, Tim Loughton, yang memberlakukan pelarangan sama seperti yang dilansir DailyMail, Kamis (26/4/2012).
Pelarangan ini khususnya Tim tekankan kepada anak yang masih berusia di bawah 13 tahun. Karena anak-anak yang masih berada pada usia di bawah itu rentan menjadi incaran para penjahat seks (pedofilia). Apalagi anak-anak pada rentang usia itu juga dinilai Tim belum memahami bahaya di Facebook, misalnya ketika sang anak memposting foto yang agak terbuka. Bagi Pedofilia, pose seperti demikiam mengundang dia untuk menggoda sang anak kemudian berlanjut untuk bertemu di dunia nyata (copy darat).
Menurut Tim, disini peran orangtua sangat memegang andil dalam mengawasi anak-anak ketika sedang berselancar di dunia maya khususnya lagi dalam penggunaan Facebook. Menteri Anak inipun juga menyalahkan orangtua yang justru malah membantu anak-anak di bawah usia 13 tahun itu dalam membuat akun Facebook.
Jadi, bagi Anda para orangtua atau orang dewasa yang banyak berinteraksi dengan anak-anak di bawah usia 13 tahun, saatnya kita peduli dengan generasi mendatang dengan mengawasi kehidupan virtual mereka. Semoga kejahatan cyber ini bisa terminimalisir dengan kepedulian kita semua terhadap tumbuh-kembang mereka sebagai anak-anak.

0 comments:
Post a Comment