Sesekali amati kehidupan digital buah hati Anda, khususnya anak lelaki yang sudah menginjak usia remaja. Apakah mereka menunjukkan gejala gangguan perilaku seperti yang ditemukan Ahli Jiwa bernama Ivan Goldberg, pada penelitiannya di China serta Korea Selatan, berikut ini:
1-Lupa waktu karena terlalu lama berselancar di dunia maya.
2-Ketika internet kesulitan diakses, mereka marah-marah, tegang, bahkan depresi.
3-Lebih memilih waktu untuk menghabiskan diri dengan berinternet.
4-Terobsesi memiliki peralatan komputer lebih baik dan aplikasi lebih banyak.
5-Secara jangka panjang: prestasi rendah bahkan turun, menutup diri, suka berbohong, sering berkomentar tidak penting, dan mudah kelelahan.
6-Bahkan mereka mengalami gangguan kejiwaan lainnya, seperti: kurang perhatian, gangguan hiperaktif, kecemasan, minder, impulsif, tidak tahu malu, dan cenderung berkeinginan untuk melakukan bunuh diri.
Sekiranya Anda memang mendapati sang buah hati menunjukkan gejala tersebut, dapat dipastikan bahwa dia terjangkit “Internet Addiction Disorder” (Gangguan Kecanduan Internet); yang sama persis seperti gejala pada kecanduan merokok, alkohol, bahkan obat (baca: narkoba). Gangguan jiwa yang juga memiliki istilah lain “Problematic Internet Use” (Penggunaan Internet yang Problematik) ini, semakin nyata jika sang buah hati memang tepergok kecanduan internet pada salah satu dan atau ketiga jenis aktivitas virtual ini: bermain game online berlebihan; berselancar di situs pornografi; dan atau sering berkomunikasi via e-mail/messenger secara tidak wajar.
Walaupun memang gangguan kejiwaan ini masih menjadi bahan perdebatan dalam perspektif “Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disoders, Fifth Edition, (DSM-V) sebagai rujukan global mengenai defenisi gangguan kejiwaan; tetapi, fenomena ini merupakan peluang bagi Anda sebagai orang tua, untuk lebih memahamkan urgensi proporsionalitas dalam berinternet.
Jadi, bagaimana komentar Anda mengenai fenomena gejala ini?


0 comments:
Post a Comment