Friday, June 15, 2012

12 Dampak Edukatif Teknologi terhadap Pembelajaran (Bagian 1 dari 2)

Sebuah tulisan menarik EDUQO kutip dari situs teachhub karya Dr. Katherine McKnight (Kontributor dan Pembicara Pendidikan), yang selama dua puluh tahun berpengalaman, diantaranya mengenai penyatuan teknologi untuk diterapkan di kelas pada abad 21 ini.

Dia menuliskan 12 dampak edukatif teknologi terhadap pembelajaran yang tanpa disadari memang berpengaruh positif baik secara institusional maupun personal. Apa sajakah 12 dampak edukatif teknologi tersebut? Berikut EDUQO paparkan untuk Anda para pecinta teknologi untuk pendidikan:

1-Buku Teks Interaktif
Coba Anda bandingkan buku teks sebelum teknologi berkembang pesat yang hanya terbatas teks dan gambar dengan buku teks interaktif seperti hari ini yang lebih “hidup”. Dari pengamatan EDUQO di i-Pad saja bahwa buku teks hari ini bersifat interaktif dengan animasi, video, tambahan materi, bahkan bahan ajar lain yang mendukung. Menarik sekali bukan?



2-Meningkatnya Pengguna e-Book
Masih mengenai buku sebagai dampak edukatif teknologi bahwa fenomena e-Book memang lebih cocok diterapkan pada era hi-tech ini. Selain memang kemajuan teknologi yang menunjang untuk membacanya berupa e-Reader dan tablet komputer, penggunaan e-Book yang paperless (tanpa kertas) tentunya lebih ramah lingkungan (green). Apalagi bukankah buku teks yang tebal itu bisa mempersulit siswa dalam membawa kemana-mana di ranselnya?

3-Hilangnya Kapur Tulis
Anda masih teringat bagaimanakah proses KBM terdahulu? Ruangan kelas menjadi kotor karena debu-debu dari hasil kapur. Sekarang masih agak lebih baik tanpa kapur tulis, namun tangan tetap kotor belepotan dikarenakan spidol white board. Namun, bagaimanakah dengan kehadiran teknologi terkait penggunaan kapur juga spidol? Anda sudah bisa membayangkan proses KBM tanpa kapur dengan membaca tentang Interactive White Board (IWB), Pusat Sistem Belajar Virtual (PSBV), dan Interactive Projector di EDUQO ini.

4-Binder Semakin Ditinggalkan
Penggunaan binder (map yang memiliki ring baik terbuat dari plastik maupun besi) di beberapa sekolah di Indonesia sudah lazim digunakan sebagai buku catatan oleh para siswa. Tetapi, di negara maju, penggunaan binder fisik perlahan sudah mulai ditinggalkan mengingat loose leaf (kertas yang bisa diisi ulang) semakin menebal seiring bertambahnya catatan. Laptop dan tablet komputer kini menjadi tempat efektif untuk mencatat mata pelajaran di kelas tersebut dengan lebih rapih. Bahkan, dengan kecanggihan teknologi, siswa bisa membuat map online sendiri dengan memasuki situs LiveBinders.

5-Poster Kontemporer
Poster sering menjadi alat bantu pembelajaran di ruangan kelas. Isi poster dirancang untuk memudahkan pemahaman siswa baik itu untuk merangkum kronologis sejarah, teori-teori ilmu pengetahuan, aneka rumus tata bahasa asing, bahkan tata cara ibadah ritual agama. Tetapi, dengan kecanggihan teknologi dewasa ini, para siswa sudah bisa membuat poster sendiri seperti apa yang mereka pahami mengenai sebuah topik dengan hadirnya situs Glogster.




Bersambung ke bagian 2

0 comments:

Post a Comment