6-Tablet Pintar
Media pengajaran dan pembelajaran semakin terbuka tidak hanya di ruang-ruang kelas saja. Tablet, khususnya i-Pad, memiliki aplikasi khusus pendidikan bernama iTunes U yang tepat untuk pengayaan pembelajaran. Apalagi jika ditujukan untuk peningkatan pengalaman belajar siswa dengan kebutuhan khusus, sebutlah anak-anak Autis, i-Pad merupakan media tepat yang penuh daya dan menarik.
7-Komunitas Kelas Virtual
Proses KBM pada pendidikan abad 21 ini semakin fleksibel tidak harus di ruang kelas fisik saja. Pembelajaran jarak jauh juga kini bukan lagi eksklusif monopoli para siswa yang home schooling, melainkan bisa dilakukan pula oleh siswa pada umumnya sekalipun memang berbeda esensi. EDUQO mengistilahkannya dengan “Komunitas Kelas Virtual” dimana guru dan murid bisa “bertemu” di kelas maya ini untuk membahas PR, mengirim tugas-tugas sekolah, bahkan berinteraksi dengan teman sekelas. Jika di Amerika memiliki Edmodo sebagai kelas virtual maka di Republik Indonesia ada juga beberapa pilihan, mulai dari: FodBoo, Goesmart, atau Studentbook.
8-Dunia adalah Guru
Semakin canggihnya kemajuan teknologi membuat pemaknaan peran Guru perlahan mulai bergeser. Di Republik ini bahkan berkembang istilah “Mbah Google” untuk menunjukkan betapa “pintarnya” sosok “Guru Virtual” yang satu ini karena hampir bisa menjawab pertanyaan apapun. Dahulu sosok peran Guru nampaknya masih terbatas di ruang kelas saja. Tetapi, pada abad 21 ini sosok “Guru” juga bisa disematkan pada jejaring sosial, blog, situs-situs pendidikan, dan lainnya.
9-Efisiensi dan Efektivitas Pencarian Data
Sekalipun perpustakaan masih digunakan untuk pencarian data literatur tertentu, tetapi dengan kemajuan teknologi seperti search engine, pencarian data lebih efisien dan efektif secara waktu. Jika Anda dahulu bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk sebuah pencarian data, kini dengan kehadiran situs search engine seperi Google, Anda bisa menemukannya dalam sekejap. Dengan efisiensi serta efektivitas penemuan data, waktu yang tersisa bisa lebih dioptimalkan untuk menganalisis data, mengolah data secara kreatif dan inovatif, serta mempelajari informasi baru.
Anda tentu kenal dengan bahasa seperti: BTW (By The Way), FYI (For Your Info), BRB (Be Right Back), serta akronim lain dalam komunikasi di dunia maya sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Terminologi demikian dapat dipastikan tidak ditemukan pada buku teks pembelajaran. Tetapi, dalam konteks pendidikan bahwa kosakata tadi potensial membantu para siswa belajar arti sebuah perbedaan.
11-Membantu Siswa Berkebutuhan Khusus
Pada abad 21 ini siswa berkebutuhkan khusus yang Tunanetra pun sudah bisa mengetik di komputer. Dengan software tertentu yang menciptakan efek suara pada tombol yang sedang ditekan, membuat siswa Tunanetra bisa mengetik sesuai huruf yang dia dengar. Pembelajaran menjadi mudah bagi siswa berkebutuhan khusus dengan kemajuan teknologi.
12-Memenuhi Semua Kebutuhan Siswa
Terakhir mengenai dampak edulakatif teknologi terhadap pembelajaran terkait dengan teori Multiple Intelligence yang dicetuskan Howard Gardner. Kemajuan teknologi memfasilitasi kebutuhan semua jenis siswa secara spesifikasi kecerdasannya baik itu cerdas secara: (1) Matematis-Logis; (2) Spasial; (3) Kinestetik-Jasmani; (4) Musikal; (5) Linguistik; (6) Interpersonal; (7) Intrapersonal; dan (8) Naturalis.
Itulah 12 dampak edukatif teknologi terhadap pembelajaran versi Dr. Katherine McKnight yang sudah EDUQO ramu sedemikian rupa. Apakah Anda memiliki versi lain? Mari share pada bagian komentar, ya!






0 comments:
Post a Comment