Thursday, June 07, 2012

7 StartUp Pendidikan Karya Kelompok Minoritas (Bag. 1 dari 2)

Tepat dua hari kemarin, tanggal 07-08 Juni 2012, Tech in Asia mengadakan event tingkat Asia dengan nama “StartUp Asia Jakarta 2012” di Annex Building, Jakarta. StartUp sendiri merupakan sebuah istilah untuk bisnis berbasis internet dengan kriteria memadukan antara ide, seni, dan teknologi.


Namun, dalam dunia StartUp ini ada beberapa yang memiliki visi serta misi pendidikan kental. Selain tentu saja EDUQO yang menjadi salah satu StartUp yang dimaksud, untuk ukuran Republik Indonesia masih ada beberapa StartUp pendidikan seperti yang pernah dibahas pada beberapa tulisan sebelumnya, sebutlah: BukuQ, FodBoo, BukuTablet, Goesmart, Hoodemia, dan lainnya.

Berikut terdapat tujuh StartUp selanjutnya yang peduli pendidikan karya kelompok minoritas di Amerika. Mereka memiliki semangat memecahkan beberapa masalah tradisional, yang mengganggu sistem pendidikan  di negeri Paman Sam, yang masih ada hingga hari ini tersebut. Masalah pendidikan itu mencakup penyelesaian hutang mahasiswa (mengingat di negara maju, mahasiswa mendapatkan pinjaman lunak dari pemerintah untuk pendidikan mereka selama di kampus); penyediaan keterampilan memadai untuk persiapan memasuki dunia kerja baik sebelum maupun sesudah lulus; hingga penawaran materi kursus online terbaik tanpa memandang usia, lokasi, dan tingkat pendidikan.

Apalagi jika pelaku StartUp Pendidikan itu merujuk demografis di Amerika Serikat; khususnya terkait tingkat putus sekolah dari kalangan murid pada jenjang sekolah menengah, angka pengangguran yang tinggi, dan jumlah pengguna kursus online. Pada fakta demografis tersebut mereka menemukan bahwa kelompok minoritas lah yang menjadi pusat perhatian pada tiga kategori tadi (putus sekolah, pengangguran, dan pengguna kursus online yang sebetulnya cuma-cuma tersebut).

Data demografis tahun 2011 saja menunjukkan bahwa hanya 57% kelompok minoritas dari komunitas orang Negro dan orang Latin di Amerika yang lulus jenjang sekolah menengah. Angka ini cukup kontras jika dibandingkan dengan prosentase kelulusan kelompok orang Asia sebesar 80% dan sebanyak 78% dari kalangan kelompok Kulit Putih.

Fakta ini pula yang menjadi peluang bagi para pelaku StartUp di Amerika dari kalangan kelompok minoritas, ditambah data di lapangan betapa hanya 1% StartUp didirikan oleh orang Afrika-Amerika. Maka dari itu, kehadiran tujuh StartUp Pendidikan yang didirikan kelompok minoritas di Amerika (Perempuan, Hispanik, dan Afrika-Amerika) ini, sekarang meningkatkan prosentase pelaku StartUp yang berasal dari kalangan minoritas.

Bersambung ke bagian 2

0 comments:

Post a Comment