Tujuh StartUp Pendidikan kreasi kelompok minoritas di Amerika Serikat ini pula, bukan hanya ditujukan membantu kaum minoritas setempat, tetapi juga untuk siapapun yang ingin tetap mengembangkan dirinya melalui pendidikan. Berikut ini EDUQO kutip StartUp Pendidikan tersebut dari situs TechCrunch:
1-Demo Lesson
Sekiranya Anda pernah berselancar di situs pencarian kerja sebutlah jobsDB atau jobstreet, maka situs: //www.demolesson.com memiliki kemiripan tersendiri. Keunikan situs ini adalah selain hanya ditujukan untuk para pemimpin pembelajaran (learning leader) baik itu Guru, Trainer, Coach, Mentor, atau apapun nama profesinya sebagai pekerjaan di Amerika; situs perekrutan online ini tergolong revolusioner karena memberikan kesempatan kepada para learning leader tadi, memasarkan potensi mereka sendiri secara tampilan video-visual.
Situs ini memiliki misi untuk membantu siswa tingkat menengah tinggi, khususnya kaum minoritas di Amerika, agar dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berkualitas dengan biaya terjangkau. Untuk bisa memenuhi itu semua, situs dengan nama: //www.unow.com; bekerja sama dengan universitas terakreditasi di dunia yang terjangkau dan dapat diakses.
3-Code Academy
Karena EDUQO sedang membahas StartUp Pendidikan di Amerika maka kursus gratis dengan program 11 minggu (kurang lebih 3 bulan) ini khusus hanya mengajarkan bagaimana membuat aplikasi web sebagai bagian dari IT (Information Technology), bukan kursus yang dibayangkan pada umumnya seperti kursus Bahasa Asing. Dalam pandangan Code Academy yang beralamat di: //www.codeacademy.org; belajar membuat aplikasi web itu harus terstruktur juga dilengkapi dengan dukungan serta bimbingan khusus. Itulah asalan kuat StartUp ini didirikan di negara maju tersebut dengan siswa kursus yang tentu saja kebanyakan dari kelompok minoritas.
4-Houlton Institute
Berbeda dengan Code Academy yang khusus memberikan kursus membuat aplikasi web; maka paket kursus Houlton dengan target orang dewasa ini menawarkan program lebih dari itu. Houlton yang memiliki nama situs: //www.houltoninstitute.com ini membuat program kursus online dengan jaringan mitranya tersendiri. Dengan kursus online ini, warga Amerika khususnya kelompok minoritas yang tertinggal secara pendidikan, bisa mengejar tingkat intelektualitasnya secara personal sehingga bisa setara dengan kelompok mayoritas.
5-StockOfU
Jika Anda pernah mendengar program “Adik Asuh”, dimana orang dewasa mendanai seorang anak dari keluarga lain untuk kebutuhan hidupnya; itulah kira-kira produk dari StockOfU yang beralamat di: //www.stockofu.com; sebagai StartUp Pendidikan berikutnya milik kelompok minoritas Amerika kali ini. Tetapi, yang membedakan pada program ini terletak pada bantuan berupa subsidi hanya untuk biaya pendidikannya saja. Bukan hanya itu, “adik asuh” tersebut tidak hanya didanai secara finansial; melainkan juga benar-benar diawasi kemajuan pendidikannya serta dibimbing dengan jangka waktu tertentu.
6-Qeyno Labs
Dalam perspektif Bimbingan Konseling (BK) bahwa misi pendidikan yang dilakukan Qeyno Labs berupa “Career Day”, berupa proyek andalan bernama “Careerspotting 4 Kids”, merupakan bentuk Bimbingan Karir yang strategis mengarahkan masa depan karir anak. Keunikan dari Qeyno Labs terletak pada pemanfaatan teknologi berupa aplikasi games, bagi anak usia 13-17 tahun untuk pembentukan karir mereka. Bimbingan Karir tersebut tidak berhenti sampai disana, Profesional sukses di bidang karirnya pun dihadirkan secara fisik di kelas mereka. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda bisa membuka situsnya di: //www.qeyno.com
7-Pathbrite
Inilah situs tak ubahnya berupa database generasi prestatif dengan mendokumentasikan, menganalisis, dan memetakan prestasi individu. Dengan pertimbangan track record prestasi tersebut, sistem program bisa merekomendasikan secara otomatis sekolah, universitas, atau tempat kerja yang diimpikan User yang telah menjadi anggota. Dengan mengakses situs yang beralamat virtual di: //www.pathbrite.com ini juga, para petugas penerimaan sekolah dan kampus juga para pengusaha yang telah menjadi anggota, leluasa mengakses database generasi prestatif tersebut untuk menjadi bagian dari lembaga mereka yang membutuhkan SDM bermutu.
Ide StartUp Pendidikan masih banyak dibutuhkan Republik Indonesia ini, demi mencetak generasi berkualitas di masa mendatang. EDUQO dan beberapa StartUp lain yang telah memulai memberikan solusi pendidikan dengan pendekatanan IT, masih memerlukan partner untuk membangun bumi pertiwi. Apalagi EDUQO percaya, menata bangsa membutuhkan kolaborasi yang koordinatif, bukan sekedar tanggung jawab personal melainkan juga komunal.







0 comments:
Post a Comment